PASAR OLIGOPOLI
I.PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Setelah kita membahas dan mengetahui berbagai macam jenis pasar
seperti pasar persaingan sempurna , pasar persaingan monopolistis , dan
pasar monopoli kini kita akan masuk dan mempelajari pasar selanjutnya
yang dinamakan Pasar oligopoli Bahasan utama pada pelajaran kali ini
adalah tentang Pasar Oligopoli dan Ciri-cirinya serta membahas tingkah
laku warga pasar oligopoli ini dan mengetahui kebaikan dan keburukan
dari pasar ini. Sehingga kita dapat membedakannya dengan pasar
persaingan sempurna dan pasar monopoli serta dapat mengidentifikasikan
ciri-ciri dari pasar oligopoli.
Dalam pembahasan pertama ini pertama kali nya kita harus tau apa
yang dimaksud dengan Pasar Oligopoli. Pasar oligopoli adalah struktur
pasar yang hanya terdiri dari sekelompok kecil atau beberapa perusahaan
saja yaitu antara 2 – 10 perusahaan. Adakalanya pasar oligopoli terdiri
dari dua perusahaan saja, dan pasar seperti ini disebut Duopoli Biasanya
struktur dari industri dalam pasar oligopoli adalah: terdapat beberapa
perusahaan raksasa yang menguasai sebagian
pasar
oligopoli misalnya 70 sampai 80 persen dari seluruh produksi atau nilai
penjualan dan di samping itu terdapat pula beberapa perusahaan kecil.
Beberapa perusahaan golongan pertama (yang menguasai pasar) sangat
saling mempengaruhi satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh
salah satu daripadanya sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan
lainnya. Sifat tersebut menyebabkan setiap perusahaan harus mengambil
keputusan yang berhati-hati di dalam mengubah harga, membuat desain,
mengubah teknik memproduksi dan sebagainya. Sifat saling mpengaruhi
(mutual interdependence) ini merupakan sifat yang khusus dari perusahaan
dalam pasar oligopoli, yang tidak terdapat dalam bentuk pasar lainnya.
Dalam
perekonomian yang sudah maju, pasar oligopoli banyak terdapat karena
teknologi sangat modern. Teknologi modern mencapai efisiensi yang
optimum hanya sesudah jumlah produksi mencapai tingkat yang sangat
besar. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan pengurangan jumlah
perusahaan dalam industri.
I.2 TEORI
I.2 TEORI
Di
samping sifat penting yang baru diterangkan ini, pasar oligopoli
mempunyai beberapa ciri khas yang lain. Ciri-ciri tersebut diterangkan
dalam uraian berikut:
1.Produk yang dijual barang standar maupun barang berbeda corak
Adakalanya
perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang standar
(standardized product). Industri pasar oligopoli yang demikian sifatnya
banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah seperti
produsen bensin, industri baja dan aluminium dan industri bahan baku
industri semen dan bahan bangunan. Di samping itu banyak pula pasar
oligopoli yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan
barang berbeda corak (d!jerenfiatedproduct). Barang seperti itu pada
umumnya adalah barang akhir. Contoh dari pasar oligopoli yang
menghasilkan barang akhir adalah industri mobil dan truk, industri
rokok, dan industri sabun cuci dan sabun mandi.
2.Kekuasaan untuk menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tagguh.
Dari
dua kemungkinan ini, yang mana yang akan wujud tergantung kepada bentuk
kerjasama di antara perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli.
Tanpa
ada kerjasama, kekuasaan menentukan harga menjadi lebih terbatas.
Apabila ada suatu perusahaan menurunkan harga, dalam waktu yang singkat
ia akan menarik banyak pembeli. Perusahaan yang kehilangan pembeli akan
melakukan tindakan balasan deagan.mengurangi,harga yang lebih besar lagi
sehingga akhirnya perusahaan yang mula-mula menurun harga akan
kehilangan banyak pelanggannya. Tetapi kalau perusahaan dalam pasar
oligopoli bekerjasama dalam menentukan harga, maka harga dapat ilkan
pada tingkat harga yang mereka sepakati. Sehingga kekuasaan mereka dalam
menentukan harga adalah sangat besar, yaitu sama seperti dalam pasar
monopoli.
3. Pada umumnya Perusahaan Oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan.
Kegiatan
periklanan secara terus sangat diperlukan oleh perusahaan dalam pasar
oligopoli yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pengeluaran iklan
oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli basanaya sangat besar
sekali. Kegiatan promosi secara secara iklan yang sangat aktif tersebut
adalah untuk dua tujuan , yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan
pembeli lama.
I.3 PEMBAHASAN
Ciri-ciri Pasar Oligopoli :
1. Terdapat beberapa penjual
Dalam pasar oligopoli ini tidak terlalu banyak penjual karena satu penjual merupakan perusahaan yang mempunyai banyak produk jadi dalam pasar ini yang bersain adalah antara perusahaan yang mempunyai produk sama namu berbeda kualitas.
Dalam pasar oligopoli ini tidak terlalu banyak penjual karena satu penjual merupakan perusahaan yang mempunyai banyak produk jadi dalam pasar ini yang bersain adalah antara perusahaan yang mempunyai produk sama namu berbeda kualitas.
2. Barang yang dijual homogen atau beda corak
Dalam pasar oligopoli ini juga menjual banyak barang-barang yang sejenis namun berbeda dengan barang-barang yang ada di pasar lain umumnya. karena barang-barang yang siap dijual merupakan milik beberapa perusahaan yang merupakan pencipta barang-barang tersebut, karena dalam pasar ini hanya terdapat beberapa saja yang menjadi penjual karena penjual didalam pasar ini menghasilkan banyak barang yang sama dengan perusahaan yang lain namu beda harga juga beda kualiasnya.
Dalam pasar oligopoli ini juga menjual banyak barang-barang yang sejenis namun berbeda dengan barang-barang yang ada di pasar lain umumnya. karena barang-barang yang siap dijual merupakan milik beberapa perusahaan yang merupakan pencipta barang-barang tersebut, karena dalam pasar ini hanya terdapat beberapa saja yang menjadi penjual karena penjual didalam pasar ini menghasilkan banyak barang yang sama dengan perusahaan yang lain namu beda harga juga beda kualiasnya.
3. Sulit dimasuki perusahaan baru
Dalam pasar oligopoli ini mengapa dikatakan sulit dimasuki oleh perusahaan baru, karena image dari perusahaan yang sudah lama terbangun lebih kuat dengan pembeli di banding perusahaan yang baru muncul yang menawarkan barang yang sama namun pembeli atau konsumen tidak tau kualitas dari barang-barang yang dijual perusahaan baru tersebut.
Dalam pasar oligopoli ini mengapa dikatakan sulit dimasuki oleh perusahaan baru, karena image dari perusahaan yang sudah lama terbangun lebih kuat dengan pembeli di banding perusahaan yang baru muncul yang menawarkan barang yang sama namun pembeli atau konsumen tidak tau kualitas dari barang-barang yang dijual perusahaan baru tersebut.
4. Membutuhkan peran iklan
Dalam pasar ini peran iklan sangat membantu peusahaan dagang karena iklan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat atau calon pembeli, oleh karena itu iklan terbukti ampuh dalam menarik perhatian calon pembeli yang ingin memilih barang-barang , dengan mudah perusahaan membuat iklan tentang produknya dengan keunggulan -keunggulan produknya dibanding produk perusahaan lain atau perusahaan pesaing.
Dalam pasar ini peran iklan sangat membantu peusahaan dagang karena iklan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat atau calon pembeli, oleh karena itu iklan terbukti ampuh dalam menarik perhatian calon pembeli yang ingin memilih barang-barang , dengan mudah perusahaan membuat iklan tentang produknya dengan keunggulan -keunggulan produknya dibanding produk perusahaan lain atau perusahaan pesaing.
5. Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
Dalam pasar oligopoli ini jelas terjadi suatu kepemimpinan perusahaan yang bisa saja mengakibatkan banyak perusahaan muncul dan mengikuti produk yang di luncurkan oleh perusahaan yang memimpin pasar, contohnya saja produk mie instan . banyak sekali varian yang diluncurkan oleh perusahaan yang menjadi pemimpin pasar mie instan ,ketika perusaaan ini mengeluarkan produk terbarunya dan mengiklankannya lalu masyarakat yang melihat iklan tersebut banyak yang membeli produk ini, otomatis perusahaan yang lain dan pesaing perusahaan ini akan membuat varian yang sama untuk produknya untuk mencoba menarik pembeli.
Dalam pasar oligopoli ini jelas terjadi suatu kepemimpinan perusahaan yang bisa saja mengakibatkan banyak perusahaan muncul dan mengikuti produk yang di luncurkan oleh perusahaan yang memimpin pasar, contohnya saja produk mie instan . banyak sekali varian yang diluncurkan oleh perusahaan yang menjadi pemimpin pasar mie instan ,ketika perusaaan ini mengeluarkan produk terbarunya dan mengiklankannya lalu masyarakat yang melihat iklan tersebut banyak yang membeli produk ini, otomatis perusahaan yang lain dan pesaing perusahaan ini akan membuat varian yang sama untuk produknya untuk mencoba menarik pembeli.
6. Harga jual tidak mudah berubah
Dalam pasar oligopoli ini harga yang keluar tigak cepat naik atau turun, bisa dikatakan harga selalu stabil dan tidak mudah berubah, mengapa? . mungkin saja karena penjualan yang stabil terhadap suatu produk yang diluncurkan oleh suatu perusahaan sudah cukup menghasilkan keuntungan, namun apa bila tiba-tiba harga naik otomatis pembeli akan berfikir kembali untuk membeli produk ini dan bisa jadi pembeli beralih pada produk perusahaan lainya yang menjual varian yang sama namu harga lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.
Dalam pasar oligopoli ini harga yang keluar tigak cepat naik atau turun, bisa dikatakan harga selalu stabil dan tidak mudah berubah, mengapa? . mungkin saja karena penjualan yang stabil terhadap suatu produk yang diluncurkan oleh suatu perusahaan sudah cukup menghasilkan keuntungan, namun apa bila tiba-tiba harga naik otomatis pembeli akan berfikir kembali untuk membeli produk ini dan bisa jadi pembeli beralih pada produk perusahaan lainya yang menjual varian yang sama namu harga lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.
Macam macam pasar oligopoli
1. Oligopoli murni :
Menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah.
Menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah.
Contoh : pasar semen, produsen bensin
2. Oligopoli diferensial :
Menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir.
Menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir.
Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor
Kelebihan pasar oligopoli
1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
Pasar oligopoli ini sangat memberi kebebasan terhadap pemilihan produk, secara umum pembeli memperkirakan akan lebih baik membeli produk yang mana yang dibutuhkan yang mana yang mampu memenuhhi kebutuhan, jadi para pembeli tidak akan di tawarkan dengan agresif oleh perusahaan dalam pasar ini, namun pembelilah yang menentukan akan membeli produk dari perusahaan mana.
Pasar oligopoli ini sangat memberi kebebasan terhadap pemilihan produk, secara umum pembeli memperkirakan akan lebih baik membeli produk yang mana yang dibutuhkan yang mana yang mampu memenuhhi kebutuhan, jadi para pembeli tidak akan di tawarkan dengan agresif oleh perusahaan dalam pasar ini, namun pembelilah yang menentukan akan membeli produk dari perusahaan mana.
2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
Dalam pasar Oligopoli ini tentu penelitian - penelitian akan banyak terjadi ,contohnya penelitian tentang minat pembeli yang banyak membeli dari perusahaan lain di banding dengan perusahaan kita , ini merupakan penelitian untuk pengembangan produk yang perusahaan ini miliki agar dapat menarik pembeli dari perusahaan pesaing berkat keunggulan kualitas yang dimiliki.
3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan antar penjual.
Didalam pasar Oligopoli ini kepuasan konsumen atau pembeli sangat berpengaruh karena bisa saja dengan ketidak puasannya seorang pembeli dapat membuat pembeli lain ikut tidak puas dan beralih dengan produk lain dari perusahaan yang lain pula. oleh sebab itu banyak perusahaan bersikap baik dalam halnya pelayanan dan memperhatikan kepuasan pembeli agar pembeli bersikap loyal dan dapat membeli produk perusahaan ini dengan jenjang waktu yang lama.
4. Adanya penerapan teknologi baru
Didalam pasar olihopoli ini penerapan teknologi terbaru sangatlah bermanfaat, jikateknologi yang semakin berkembang tidak diikuti oleh perusahaan bisa jadi pembeli akan membeli produk dari perusahaan lain yang memberi penerapan teknologi terbaru. oleh karena itu penerapan teknologi terbaru dapat memudahkan perusahaan untuk mengembangkan produknya agar lebih di minati.
Didalam pasar olihopoli ini penerapan teknologi terbaru sangatlah bermanfaat, jikateknologi yang semakin berkembang tidak diikuti oleh perusahaan bisa jadi pembeli akan membeli produk dari perusahaan lain yang memberi penerapan teknologi terbaru. oleh karena itu penerapan teknologi terbaru dapat memudahkan perusahaan untuk mengembangkan produknya agar lebih di minati.
Kekurangan pasar oligopoli
1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
Dalam pasar oligopoli ini sering kali terjadi ketimpangan distribusu pendapatan,dimana perusahaan yang besar yang sudah lama berdiri dan banyak sekali peminatnya lebih banyak mendistribusikan produk dagangnya yang mengakibatkan hasil pendapatan yang banyak pula. sedangkan perusahaan yang kurang di minati pembeli otomatis akan mendistribusikan barang dangangnya dalam jumlah yang sedikit dan memperoleh pendapatan yang kecil.
Dalam pasar oligopoli ini sering kali terjadi ketimpangan distribusu pendapatan,dimana perusahaan yang besar yang sudah lama berdiri dan banyak sekali peminatnya lebih banyak mendistribusikan produk dagangnya yang mengakibatkan hasil pendapatan yang banyak pula. sedangkan perusahaan yang kurang di minati pembeli otomatis akan mendistribusikan barang dangangnya dalam jumlah yang sedikit dan memperoleh pendapatan yang kecil.
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
Didalam pasar oligopoli ini harga sangat bergantung, terkadang harga yang mahal itu menggambarkan kuliatas yang bagus pun belum tentu banyak peminatnya oleh karena itu perusahaan yang bekecimbung di dalam usaha ini sangat jarang menaikan harga, itupun jika naik hanya sedikit dan tidak berpengaruh terhadap minat pembeli sehingga jauh untuk terjadinya inflasi.
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
Didalam pasar oligopoli ini timbul pemborosan akiban biaya produksi yang besar namu pemasukan tidak seimbang ini diakibatkan perusahaan yang kurang peminat bekerjasama dengan perusahaan oligopolis lainnya yang juga kurang peminat untuk bersaing dengan perusahaan pemimpin pasar, mengapa bisa boros? karena biasanya dua perusahaan yang mempunyai satu produk kerjasama akan menimbulkan sedikit penghasilan namun biaya produksi yang sama. akibatnya biaya produksi dan penghasilan perusahaan tersebut goyan dan bisa menyebabkan pemborosan.
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi
Didalam pasar oligopoli ini timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi , ini dikarenakan minat pembeli yang cenderung memihak terhadap pemimpin pasar yang mengakibatkan faktor produksi perusahaan yang baru memulai eksistensinya kurang minat dari pembeli.
Didalam pasar oligopoli ini timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi , ini dikarenakan minat pembeli yang cenderung memihak terhadap pemimpin pasar yang mengakibatkan faktor produksi perusahaan yang baru memulai eksistensinya kurang minat dari pembeli.
5. Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
Didalam pasar oligopoli ini mengapa disebut sulit untuk perusahaan lain bergabung dalam usaha paasar oligopoli ini? karena minat pembeli yang tinggti terhadap pimpinan pasar sehingga sangat sulit untuk perusahaan baru untuk berkembang karena kurangnya peminat dari pembeli.
Didalam pasar oligopoli ini mengapa disebut sulit untuk perusahaan lain bergabung dalam usaha paasar oligopoli ini? karena minat pembeli yang tinggti terhadap pimpinan pasar sehingga sangat sulit untuk perusahaan baru untuk berkembang karena kurangnya peminat dari pembeli.
6. Bisa berkembang ke arah monopoli
Didalam pasar oligopoli ini bisa berkembang kearah monopoli jika sudah tidak ada yang mampu bersaing dengan pemimpin pasar, ini mengebabkan monopoli perusahaan ini berlanjut dengan menyaingin produk barang lainnya yang belum perusahaan ini kuasai. perusaaan ini berkemungkinan menyaring banyak pembeli karena produk yang lama sudah banyak peminat dan jika perusahaan ini menonopoli produknya sama dengan produk lain yang banyak di minati pembeli ,boleh jadi dengan produk terbarunya perusahaan ini dengan mudah menyaingi perusahaan lama lainnya yang memiliki produk yang belum di miliki oleh perusahaan ini.
Struktur Pasar Oligopoli
Batasan
tentang struktur pasar oligopoli sering dikaitkan dengan jumlah
produsen yang sedikit, tetapi seperti telah diuraikan pengertian sedikit
itu sangatlah relatif. Dapat saja terjadi jumlah produsen (bisa juga
pedagang) ratusan, tetapi strukturnya tetap merupakan oligopoli.
Pengertian ini lebih relevan kalau yang dimaksudkan adalah pasar
dikuasai oleh sedikit produsen atau sedikit penjual. Nah, dalam
pengertian sedikit ini masih terjadi variasi, ada yang mengatakan 4
perusahaan, ada yang mengatakan 8 perusahaan, tetapi ada juga penguasaan
sebagian besar oleh 20 perusahaan. Lazimnya sekitar empat dan delapan
perusahaan yang menguasai pasar.
Jenis-jenis
oligopoli juga tidaklah sesederhana yang dipelajari dalam teori-teori
ekonomi mikro. Tetapi secara garis besar dapat dibagi 2, yakni kolusif
dan tidak kolusif kalau dilihat dari perilakunya, dan dilihat dari
penguasaan pasar dapat juga dibagi dua, yakni oligopoli penuh dan
parsial. Jenis-jenis oligopoli ini berkaitan pula dengan perilakunya
yang akan diuraikan pada bagian kedua. Namun demikian, pengukuran yang
agak realistik adalah pengukuran yang digunakan oleh J.S. Bain. Dalam
pengukuran ini terlihat adanya derajat struktur oligopoli.
Tingkat
konsentrasi industri dapat juga diukur dengan menggunakan kurva Lorenz,
demikian juga jika ingin melihat kesenjangan dalam andil perusahaan
dalam industri dapat pula diukur dengan menggunakan angka Gini.
Kesejahteraan ini dapat diukur dalam besaran produksi, nilai tambah,
tenaga kerja dan modal atau asset yang dimiliki perusahaan. Tingkat
kesenjangan mungkin relatif rendah pada industri oligopoli penuh, pada
hal industri ini mempunyai tingkat konsentrasi yang relatif tinggi.
Sebaliknya, industri oligopoli parsial relatif akan lebih senjang,
sedangkan konsentrasinya relatif rendah. Dalam industri oligopoli penuh
tidak ditemukan perusahaan berskala kecil, sedangkan pada oligopoli
parsial, sering atau banyak ditemukan perusahaan yang berskala kecil.
Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan konsentrasi, antara lain
adalah faktor efisiensi, skala ekonomi, kebijaksanaan pemerintah, sifat
produk, merger dan kemajuan teknologi. Semua faktor ini dapat
berkombinasi atau berdiri sendiri-sendiri.
Perilaku Oligopoli
Perilaku
oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi
merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai
tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya
indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik.
Beberapa teori yang diuraikan tadi adalah sekadar ilustrasi bagaimana
berbagai teori itu disusun dan dirumuskan dengan asumsi-asumsinya
masing-masing. Setiap pengritik, akan melihat bahwa kelemahan-kelemahan
teori itu terletak pada asumsi-asumsinya. Para ahli organisasi industri
bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku
industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun
masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya
rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap
bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan
dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian
kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.
Selanjutnya,
Bain telah menyusun teori harga-batas, yakni suatu industri akan
melakukan rintangan masuk melalui permainan tingkat harga. Jika harga
diturunkan, produksi meningkat dan pendatang baru akan tidak jadi masuk
industri, tetapi pada suatu waktu industri ini dapat mengurangi produksi
dan memperoleh laba abnormal dan hail ini menarik untuk entry. Kalau
akan ada entry, mereka gunakan entry-gap. Teori-teori marjinal mendapat
kritik, terutama dari Hall dan Hitch. Atas penelitian yang dilakukannya
maka perusahaan tidak menggunakan analisis biaya marjinal dan hasil
marjinal, tetapi menentukan biaya rata-rata. Dengan biaya rata-rata ini
berkembang pula teori mark-up, yakni biaya variabel rata-rata ditambah
dengan persentase tertentu untuk keuntungan. Keuntungan ini dapat
bersifat bruto maupun neto.
Teori
biaya rata-rata disebut juga full-cost price. Sylos-Labini menyusun
teori perilaku oligopoli yang juga kolusif dengan asumsi utama teknologi
produksi tidak bersambung. Oleh karena itu, skala perusahaan terbagi
atas skala kecil, sedang dan besar. Sylos juga menggunakan. entry-gap
dari Bain, tetapi dengan menentukan, pada jumlah produksi. Dalam model
ini harga ditentukan oleh perusahaan yang berskala besar dan mempunyai
biaya rata-rata terendah. Harga ini dapat diterima oleh semua
perusahaan, dalam industri, oleh karena diandaikan, perusahaan besar
tadi mengetahui seluruh struktur yang biaya yang terjadi dalam industri
dan mengetahui pula permintaan pasar. Entry dapat terjadi dengan bebas
bagi perusahaan yang berskala kecil. Sebenarnya, tingkat harga masih
dapat lebih rendah daripada harga minimum yang dapat diterima bersama,
tetapi kalau lebih rendah dari itu, hanya perusahaan yang besar dan
sedang saja yang dapat beroperasi, sedangkan yang berskala kecil akan
keluar (exit). Perusahaan-perusahaan yang besar ini kuatir juga kalau
yang kecil-kecil exit, oleh karena pemerintah tetap melindunginya.
Promosi Penjualan Melalui Iklan
Di
dalam perusahaan-perusahaan modem kegiatan mempersiapkan dan mernbuat
iklan adalah suatu bagian penting dari usaha untuk memasarkan hasil
produksinya. Pengeluaran yang dilakukan perusahaan‑perusahaan untuk
pengiklanan meliputi jumlah yang cukup besar yang adakalanya menimbulkan
pertambahan yang nyata kepada biaya produksi. Perusahaan‑perusahaan
melakukan kegiatan pengiklanan untuk mencapai salah satu atau gabungan
dari tiga tujuan yang dinyatakan di bawah ini :
1.
Untuk memberikan informasi mengenai produk. Iklan seperti ini dilakukan
untuk memberikan penerangan kepada konsumen akan suatu produk. Iklan
itu mungkin untuk barang yang telah lama ada, atau untuk barang yang
haru saja dikembangkan. Iklan seperti ini dinamakan iklan memberi
penerangan atau information advertising.
2.
Untuk menekankan kualitas suatu produk secara persuasif. Iklan seperti
ini dilakukan untuk menerangkan kepada konsumen akan kualitas yang
sangat baik dari sebuah produk. Beberapa bentuk Iklan, bertujuan untuk
terus menerus mengingatkan para konsumen bahwa barang tersebut ada di
pasar. Iklan seperti ini dinamakan iklan untuk bersaing atau competitive
advertising. Tanpa iklan seperti ini, konsumen dapat berubah sikapnya
dan menjadi langganan. perusahaan lain yang menghasilkan barang yang
sama yang selalu diiklankan.
3.
Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen Iklan tersebut
lebih berbentuk memperkenalkan perusahaan tersebut mengenai,
kegiatan‑kegiatan yang dilakukannya. Iklan mengenai hasil‑hasil
produksinya adalah begitu ditekankan. Iklan ini juga dilakukan untuk
menghindari larangan pengiklanan yang dilakukan pemerintah (misalnya
iklan rokok)
Dari
ketiga jenis iklan ini, yang dilakukan perusahaan dalam pasar
persaingan monopolistis adalah jenis iklan yang pertama dan iklan jenis
pertama terutama digunakan pada waktu perusahaan memperkenalkan
hasil-hasil produksinya yang baru. Sedangkan iklan jenis kedua digunakan
untuk mempertahankan kedudukannya di pasar
KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PENGIKLANAN
Di
dalam menilai apakah iklan memberikan manfaat kepada masyarakat,
terdapat berbagai pendapat. Segolongan, orang berkeyakinan bahwa iklan
merupakan suatu penghamburan karena biaya produksi bertambah sedangkan
konsumen tidak menerima kenikmatan tambahan dari barang yang
dipromosikan melalui kegiatan pengiklanan. Pengiklanan tidak menambah
atau memperbaiki mutu suatu barang. Segolongan lain berpendapat bahwa
iklan memberikan sumbangan yang positif kepada masyarakat karena ia
dapat menurunkan biaya produksi per unit. Di samping oleh perbedaan
pendapat mengenai pengaruh iklan ke atas biaya produksi dan harga,
perbedaan pendapat mengenai kegunaan iklan dikemukakan berdasarkan
beberapa argumen lain.
Iklan Dan Biaya Produksi
Adakah
iklan akan menaikkan atau menurunkan biaya produksi per unit? Keduanya
mungkin berlaku, dan ia tergantung kepada perubahan permintaan yang
terjadi sebagai akibat kegiatan pengiklanan yang dilancarkan. Apabila
permintaan menjadi sangat bertambah elastis, besar kemungkinan biaya
produksi per unit akan menjadi lebih rendah. Tetapi kemungkinan ini
tidak banyak berlaku, dan ini berarti bahwa pada umumnya iklan akan
menimbulkan kenaikan biaya produksi. Apabila
perusahaan melakukan pengiklanan, biaya produksi menjadi lebih tinggi,
dan ini dicerminkan oleh kenaikan biaya rata‑rata . Pada waktu yang sama
usaha mempromosikan penjualan melalui iklan tersebut menyebabkan
permintaan ke atas produksi perusahaan bertambah. Apabila permintaan
tersebut bertambah ,Dengan demikian iklan telah menyebabkan jumlah
barang yang dijual bertambah akan tetapi iklan tersebut menaikkan harga
. berdasarkan kepada keadaan yang baru diuraikan segolongan hate
ekonomi berpendapat bahwa iklan merupakan penghamburan karena ia
menaikkan biaya produksi tanpa membuat suatu perubahan apa pun ke atas
bentuk, berat dan mutu suatu barang.
Pandangan Lain Yang Menyokong Pengiklanan
Di
samping karana biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih rendah,
golongan yang menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan kebaikan
berikut:
1.
Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik
di dalam menentukan jenis‑jenis barang yang akan dibelinya. Dengan iklan
perusahaan‑perusahaan dapat menjelaskan kepada konsumen tentang barang
baru yang diproduksikan, atau barang lama yang telah ditingkatkan
mutunya. Di samping itu iklan dapat menerangkan kepada konsumen
tempat‑tempat di mana suatu barang dapat dibeli. Ini mengurangi biaya
dan menghemat waktu konsumen untuk mencari barang tersebut.
2.
Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang. Dalam
mempromosikan barangnya melalui iklan perusahaan berusaha menonjolkan
sifat‑sifat istimewa dari barang yang diproduksikannya. Maka iklan
memberi dorongan kepada perusahaan untuk mengembangkan hasil produksinya
sehingga mempunyai keistimewaan- keistimewaan tertentu kalau
dibandingkan dengan barang yang sama yang diproduksikan perusahaan lain.
3
Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio,
televisi, surat kabar dan majalah. Dengan membuat iklan dalam
perusahaan‑perusahaan ini sebagian biaya mereka akan dibayar oleh
kegiatan pengiklanan. Ini dapat (i) mengurangi subsidi pemerintah untuk
membiayai kegiatan penyiaran radio dan televisi, dan (ii) menurunkan
harga surat kabar dan majalah, yaitu harganya adalah lebih rendah dari
yang akan diterapkan apabila tidak terdapat iklan.
4.
Iklan menaikkan kesempatan kerja. Telah ditunjukkan sebelum ini bahwa
iklan akan menaikkan jumlah produksi. Untuk menambah produksi, lebih
banyak pekerja diperlukan. Dengan demikian pengiklanan juga menyebabkan
penggunaan tenaga kerja bertambah banyak.
Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan
Selain
mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa keuntungan bagi
perusahaan dan masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik karena
memiliki beberapa sifat‑sifat yang negatif. Uraian berikut memberi
gambaran tentang beberapa kritik terhadap pengiklanan:
1.
Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan ia menaikkan biaya
produksi per unit tanpa menimbulkan perubahan apa pun ke atas suatu
barang. Sebelum ini pandangan tersebut telah diterangkan dengan
menggunakan grafik. Pengkritik pengiklanan menambah pula, walaupun
pengiklanan akan menambah penjualan suatu perusahaan pada waktu yang
sama penjualan perusahaan lain berkurang. Dengan demikian kalau ditinjau
dari sudut keadaan yang wujud di seluruh pasar, iklan tidaklah
menaikkan jumlah barang yang diproduksikan dan dijual kepada konsumen.
2.
Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul. Tidak selalu iklan
dibuat dengan jujur, dan menerangkan sifat‑sifat sebenarnya dari barang
yang diiklankan. Iklan yang menyatakan bahwa sesuatu barang adalah lebih
istimewa dari barang yang sejenis yang tersedia di pasar, akan menarik
segolongan konsumen untuk tidak menggunakan barang lain yang selalu,
dibelinya pada masa lalu. Apabila sifat barang yang dipromosikan melalui
Man adalah lebih buruk dari barang yang tidak dikonsumsi lagi oleh
konsumen yang bersangkutan, iklan merugikan konsumen tersebut.
3.
Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekejaan
dalam perekonomian Terdapat cara lain yang akan dapat menambah jumlah
pekerjaan dengan lebih efektif. Misalnya, usaha menambah pekerjaan akan
lebih efektif hasilnya dengan menggunakan kebijakan fiskal dan moneter.
4.
Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan‑perusahaan baru untuk
masuk ke dalam industri Apabila kampanye iklan sangat berhasil dan
produksi mengalami pertambahan yang sangat besar, perusahaan lain akan
mengalami kekurangan permintaan dan efisiensi kegiatannya menurun.
Menghadapi kenyataan seperti itu perusahaan‑perusahaan baru menjadi
lebih enggan untuk masuk ke dalam industri tersebut.
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar